MANFAAT TEKNOLOGI DALAM PENYELESAIAN PERMASALAHAN AGAMA ISLAM

        



Di era digital yang semakin berkembang, dan teknologi yang semakin canggih kini telah mempengaruhi kehidupan saat ini yang tidak bisa dihindari, karena memberikan banyak manfaat dan memudahkan dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi menjadi sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam praktik dan penyelesaian permasalahan agama islam, dari akses terhadap literatur keislaman hingga pengembangan aplikasi yang dapat membantu umat islam dalam menjalankan ibadah serta memberikan berbagai solusi praktis yang mudah dipahami oleh umat muslim. Dengan banyaknya platform seperti instagram, facebook, you tube, tiktok dan lain sebagainya, kini dapat memudahkan umat untuk mendapat informasi yang akurat dan bisa berdiskusi dari berbagai isu keagamaan. Artikel ini akan membahas bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mengatasi berbagai kasus permasalahan serta meningkatkan pengetahuan umat muslim di era modern ini.

Dalam sejarah masyarakat kuno, manusia hidup dengan perkembangan kebudayaan yang lambat, setelah adanya revolusi hidup dalam jumlah yang besar dan menetap, teknologi memegang peran penting, terutama dengan revolusi ilmu pengetahuan. Dulu, umat islam harus belajar secara langsung melalui guru atau mencari literatur fisik seperti buku panduan ibadah, majalah-majalah, dan masih banyak lagi untuk mendapatkan pemahaman agama. Namun, dengan adanya teknologi saat ini umat menjadi lebih mudah untuk mendapatkan berbagai materi keislaman yang tersedia dalam bentuk e-book, situs web, dan platfrom lainnya. Selain itu, juga mempermudah para ulama dan tokoh agama dalam berdakwah tanpa harus bertemu langsung, yang terkadang terhambat jarak maupun waktu. Platfrom yang menjadi wadah bagi berbagai aktivitas, komunitas dan tujuan tertentu, khususnya bagi para dai yang menggunakan media sosial seperti You Tube, Instagram, dan Tiktok untuk menyampaikan ceramah, kajian, dan pesan keagamaan yang menarik dan mudah diakses.

Nah, di waktu-waktu mendekati hari raya idul adha ini banyak pertanyaan-pertanyaan dari umat muslim. Salah satunya yaitu “Bagaimana hukumnya shalat Jumat ketika idul adha jatuh pada hari Jumat, apakah masih diwajibkah hukumnya?”  Di dalam portal nuonline dijelaskan bahwa dalam hadist, kita mendapati keringanan (rukhshah) atas kewajiban shalat Jumat bagi orang pedalaman yang menghadiri pelaksanaan shalat Id di kota pada pagi hari. Hadist ini diriwayatkan oleh Zaid bin Arqam, kemudian ulama dari mazhab Syafi’i berpendapat bahwa agama memberikan keringanan bagi penduduk pedalaman yang telah bersusah payah menghadiri pelaksanaan shalat id pada pagi hari untuk kembali ke kediaman mereka di pedalaman tanpa perlu kembali lagi untuk mengikuti shalat Jumat di siang harinya. Namun, menurut beberapa pendapat itu berbeda-beda. Pendapat Abu Hanifah membebani orang kota dan orang pedalaman. Pendapat Ahmad bin Hanbal meringankan orang kota dan orang pedalaman. Pendapat Imam Atha sangat meringankan orang pedalaman dan orang kota.

Akan tetapi, dalam konteks di Indonesia, terutama pulau Jawa yang hampir setiap desa memiliki masjid untuk menyelenggarakan shalat Jumat, maka konsep penduduk kota maupun pedalaman yang sulit mengakses masjid karena problem jarak atau geografis yang menyulitkan, dalam kajian fiqih tidak kontekstual pada sebagian besar daerah di Indonesia. Dengan demikian, kita dapat mengembalikan shalat idul adha dan shalat Jumat pada hukum asalnya, yaitu kita tetap melaksanakan shalat sunah idul adha dan shalat Jumat yang wajib.

Dengan pertumbuhan teknologi yang sangat pesat terhadap kehidupan setiap orang, sehingga bisa dikatakan bahwa setiap segi dan tahap kehidupan seseorang tersentuh oleh kemajuan ilmu dan perkembangan teknologi. Terutama dalam menyelesaikan banyaknya kasus permasalahan agama islam yang dialami banyak orang, kini teknologi menjadi penolong pertama yang mudah diakses oleh semua orang. 


 


Posting Komentar untuk "MANFAAT TEKNOLOGI DALAM PENYELESAIAN PERMASALAHAN AGAMA ISLAM"