Rapat Koordinasi Organisasi Mahasiswa UIN Salatiga 2026: Menyatukan Visi, Menguatkan Kolaborasi


Sumber foto pribadi

Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga kembali menorehkan langkah penting dalam penguatan tata kelola organisasi mahasiswa melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Organisasi Mahasiswa Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Selasa hingga Kamis, 27–29 Januari 2026, bertempat di Hotel Solia Zigna Kampung Batik Laweyan, Surakarta, menjadi momentum strategis bagi seluruh organisasi mahasiswa untuk menyatukan persepsi, memperkuat koordinasi, dan menyusun program kerja yang terarah.  

Menghadirkan Semua Elemen Ormawa. Rakor ini melibatkan seluruh unsur organisasi mahasiswa di UIN Salatiga, mulai dari Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), hingga Unit Kegiatan Khusus (UKK). Masing-masing ormawa mendelegasikan tiga orang pengurus, termasuk perwakilan dari UKM Lembaga Dakwah Kampus (LDK). Kehadiran lintas organisasi ini menegaskan pentingnya kebersamaan dalam membangun ekosistem kemahasiswaan yang solid.  

Rangkaian acara pembukaan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UIN Salatiga, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Suasana khidmat ini menjadi pengingat bahwa organisasi mahasiswa bukan sekadar wadah aktivitas, melainkan ruang pengabdian yang berlandaskan nilai kebangsaan dan keislaman.  

Sumber foto pribadi

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Suwardi, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa berorganisasi adalah bentuk khidmah. Beliau mengingatkan bahwa niat berorganisasi harus dilandasi semangat mencari keberkahan dan memberi manfaat, baik bagi universitas maupun diri pribadi. Meski perjalanan organisasi penuh tantangan, proses tersebut adalah bagian dari pembelajaran berharga bagi mahasiswa.  

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pengarahan dari Rektor UIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyudin, M.Ag., yang secara resmi membuka Rakor. Beliau menegaskan pentingnya organisasi mahasiswa sebagai wadah pengembangan kepemimpinan, intelektualitas, dan tanggung jawab moral. Rakor, menurutnya, adalah forum strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan ormawa dengan visi dan misi universitas.  


Sumber foto pribadi

Agenda Rakor: Dari Materi hingga Penyusunan Program. Selama tiga hari, peserta Rakor mendapatkan pemaparan materi seputar:  

- Tata kelola organisasi kemahasiswaan  

-Kepemimpinan dan keterampilan administratif  

-Prosedur kegiatan dan kebijakan kemahasiswaan.

Setelah sesi materi, peserta terlibat aktif dalam penyusunan Term of Reference (TOR) dan program kerja ormawa. Proses ini tidak hanya melatih keterampilan perencanaan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya akuntabilitas. TOR yang disusun kemudian direview oleh Satuan Pengawas Internal (SPI), memastikan bahwa setiap program kerja memiliki landasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.  

Pada hari terakhir, Rakor ditutup secara resmi sebagai penanda berakhirnya seluruh agenda. Namun, lebih dari sekadar penutupan, momen ini menjadi awal dari komitmen baru: membangun koordinasi yang lebih solid, menciptakan perencanaan program kerja yang sistematis, serta meningkatkan kualitas tata kelola organisasi mahasiswa di UIN Salatiga.  

Melalui Rakor 2026, UIN Salatiga menegaskan bahwa organisasi mahasiswa bukan hanya ruang aktivitas, melainkan laboratorium kepemimpinan yang melahirkan mahasiswa aktif, berprestasi, dan berkontribusi nyata bagi universitas serta masyarakat luas.

Penulis : Retno Dwi Haryani

Posting Komentar untuk "Rapat Koordinasi Organisasi Mahasiswa UIN Salatiga 2026: Menyatukan Visi, Menguatkan Kolaborasi"