Efektivitas Dakwah Radio Bass FM dalam Menyebarkan Nilai-nilai Islam di Salatiga

 

Oleh: Hanief Nuns Ikhlasul Amanat

    Di era perkembangan teknologi yang semakin pesat, masyarakat dengan mudahnya mengetahui tentang nilai-nilai Islam melalui televisi atau sekedar melihat di layar hp. Pada saat ini, masyarakat di sekitar Salatiga khusunya kalangan anak muda jarang sekali yang mau mendengarkan radio atau bahkan hanya menyalakan radio. Tak sedikit dari mereka yang hanya mencari channel-channel yang berbasis musik namun tidak memiliki nilai keislaman. Dakwah Islam pada saat ini tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi melalui media massa seperti radio. 

    Radio masih menjadi salah satu cara yang efektif untuk menjangkau banyak orang, terutama di daerah yang belum sepenuhnya terhubung dengan internet. Karena sifatnya yang praktis, radio bisa didengarkan kapan saja dan di mana saja, menjadikannya media yang cocok untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah. Radio Bass FM Salatiga merupakan salah satu stasiun radio lokal yang turut menyebarkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat. 

    Melalui berbagai program keagamaan yang disajikan secara sederhana dan menarik, Bass FM tidak hanya menawarkan hiburan tetapi juga memberikan pendidikan spiritual kepada para pendengarnya. Akan tetapi, timbul berbagai macam pertanyaan, sejauh mana dakwah yang disiarkan oleh Radio Bass FM ini efektif dalam mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat Salatiga? Esai ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dakwah Radio Bass FM Salatiga dalam menyebarkan nilai-nilai Islam di Kota Salatiga dengan meninjau berbagai aspek seperti konten dakwah, respon pendengar, dan dampak sosial yang ditimbulkan. 

    Radio Bass Fm Salatiga merupakan radio dakwah yang berpusat di Kota Salatiga, Jawa Tengah. Meskipun radio ini berisikan hiburan dan informasi yang umum, Bass Fm juga menghadirkan berbagai program-program keagamaan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan spiritual kepada kalangan masyarakat. Program dakwah yang disiarkan biasanya berupa kultum, kajian tafsir, dialog interaktif, dan juga pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran. Radio ini merupakan media auditif yang memiliki kedekatan secara emosional dengan para pendengar karena sifatnya yang personal dan dapat didengarkan sambil melakukan aktivitas lain (Effendy, 2003). Hal ini membuat Radio Bass FM Salatiga relevan digunakan dalam berdakwah, terutama dikalangan masyarakat.

    Program dakwah yang disampaikan melalui Radio Bass FM Salatiga ini memiliki gaya bahasa yang santai dan mudah dipahami oleh seluruh kalangan. Dalam salah satu programnya yang berjudul “Renungan Malam Islami”, yang disampaikan oleh ustaz dan narasumber lainnya melalui pendekatan secara kontekstual, menyentuh para pendengar dalam kehidupan sehari-hari. Gaya yang disampaikan sangat penting agar pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami oleh audiens. Menurut Abdul Wahid dan M. Solihin (2011), komunikasi dakwah harus memiliki karakteristik masyarakat agar pesan Islam tidak hanya sampai, tetapi dapat diterima secara positif dan dapat diamalkan.

    Interaksi dua arah adalah salah satu tanda keberhasilan dakwah. Di Radio Bass FM, keikutsertaan pendengar nampak melalui antusiasme mereka dalam mengirimkan pertanyaan, komentar, serta permintaan tema dakwah melalui WhatsApp dan platform media sosial lainnya. Para pendengar juga aktif memberikan testimoni mengenai manfaat yang mereka rasakan setelah teratur dalam mendengarkan siaran dakwah. Menurut Arifin (2009), keberhasilan dakwah dapat dilihat dari seberapa besar perhatian, pemahaman, dan perubahan sikap yang ditunjukkan pendengar setelah menerima pesan dakwah. Dalam hal ini, tanggapan pendengar terhadap siaran Radio Bass FM menunjukkan indikasi positif mengenai efektivitasnya.

    Selain itu, penelitian lain tentang radio dan keagamaan, menurut Sunarwato (2012) yang meneliti tentang konsentrasi agama dengan kasus media radio Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) Surakarta menjelaskan pendirian stasiun radio di Surakarta tidak hanya menyebarkan ajaran agama Islam saja dikalangan masyarakat, tetapi juga untuk kontestasi kelompok MTA dalam mendapatkan otoritas keagamaan. Berbagai macam stasiun radio yang berkembang di Salatiga, radio Bass Fm mampu bersaing dengan berbagai macam radio komunitas, radio swasta dan radio komersial yang kurang mendidik serta memberikan informasi yang bertentangan dengan syariat. Maka dari itu, radio Bass FM ini memiliki jawaban atas dakwah yang bertemakan Islami. 

    Dalam sosialisasi dengan masyarakat sekitarnya, Radio Bass Fm juga mengikuti agenda mingguan seperti kerja bakti, pembangunan masjid, dan lain sebagainya. Selain itu, Radio Bass FM ini telah menjawab tantangan dakwah Islami di Salatiga dan juga mencegah terjadinya kristenisasi yang terjadi. Radio Bass Fm juga mengajak kepada seluruh umat manusia yang belum yakin terhadap Islam, agar dapat meyakini dan menjalankan ajaran Islam sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan Hadis. Radio Bass Fm sebagai stasiun radio Islam di Salatiga yang mampu bertahan dengan berbagai macam keragaman antar toleransi sesama agama untuk mendapatkan otoritas keagamaan dan mendakwahkan Islam yang puritan atau bisa disebut sebagai ajaran Islam yang berorientasi pada salafus-shaleh (orang yang diutamakan). 

    Dalam kegiatan off air, Bass FM mengadakan berbagai acara besar di gedung pusat kota. Contohnya seperti lomba mewarnai, pidato Islami, doa harian anak-anak yang bekerja sama dengan taman kanak-kanak se-Kota Salatiga yang dilaksanakan di Gedung Pertemuan Daerah Salatiga, seminar kesehatan yang bekerja sama dengan tenaga medis Rumah Sakit Umum Salatiga, silaturahim dan berbuka puasa bersama Walikota dan Wakil Walikota Salatiga di kantor Walikota Salatiga, serta seminar keagamaan di Masjid Darul Amal (MDA) Salatiga. Kegiatan ini menunjukkan komitmen Bass FM sebagai salah satu penyebar ajaran dengan Khoirin Nisai Shalihati Islam Puritan dan Otoritas Agama: Dakwah Radio Bass FM di Salatiga.

    Radio Bass FM ini efektf dalam menyebarkan nilai-nila Islam di Salatiga melalui program dakwah yang konsisten, menarik dan komunikatif. Bagi yang mendengarkan dapat menunjukkan respon yang positif dan dapat merubah perilaku keagamaan. Akan tetapi, untuk menghadapi tantangan media digital, perlu mengembangkan konten dakwah ke dalam media sosial lain agar jangkauannya lebih luas, khususnya dikalangan generasi muda. Media dakwah Salafi melalui Radio Bass FM menunjukkan aktivisme Salafi di Salatiga. Meskipun Radio Bass FM merupakan media lama tetapi dalam perkembangannya masih dikonsumsi masyarakat dalam menambah pengetahuan keagamaan. 

    Adanya aktivisme tersebut memperlihatkan mobilisasi jejaring aktor Salafi yang bukan hanya dalam lingkup lokal, namun telah mencakup jejaring transnasional. Ihwal ini menjelaskan aktivisme Islam tercermin dalam jejaring dakwah Salafi melalui Radio Bass FM di Salatiga. Pada akhirnya, aktivisme Islam tersebut mencakup apa yang disebut Asef Bayat dengan istilah keshalehan aktif (active piety), yaitu kesalehan yang bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga menyampaikan dan menginginkan orang lain untuk terlibat dalam misionaris tersebut.

Editor: Zuhayra Khoirin Amala


Posting Komentar untuk "Efektivitas Dakwah Radio Bass FM dalam Menyebarkan Nilai-nilai Islam di Salatiga"